Monday, June 13, 2011

Cita-cita Io


Semua orang tua pasti ingin anaknya kelak jadi orang sukses, meskipun ukuran “sukses” berbeda untuk masing2 orang. Dan pertanyaan yang hampir pasti selalu muncul dalam percakapan orang tua dengan anak mereka adalah: kelak kamu ingin jadi apa? tentu dalam berbagai versi kalimat.  Jawaban yang munculpun seringkali akan berbeda dalam setiap kesempatan. Satu jawaban dari io yang sangat menyentuh perasaanku dan berkesan sampai saat ini, adalah saat io berumur ±4 tahun. Saat itu kami mengantarkan Jati - yang masih bayi - vaksinasi, dan pada saat antre menunggu giliran, terjadilah komunikasi di bawah ini:

Ibu: besok io kalo gedhe, jadi dokter aja ya (hihihi refleksi keinginan bundanya yang gak tercapai)
Io: enggak ah, aku gak mau jadi dokter
Ibu: enak lo jadi dokter, kayak pakde Agus (sebutan dr. Agus – spesialis anak, yang menjadi langganan kami), rumahnya besar, mobilnya bagus…
Io: emoh…
Ibu: lah jadi apa? Jadi insinyur aja ya….(kayak ibu doooong)
Io: enggak, gak mau
Ibu: jadi guru ta…
Io: enggak
Ibu: io maunya jadi apa sayang?
Io: besok kalo besar aku mau tetep jadi anak ibu…kayak sekarang ini….
Ibu: (specchless)

Jawaban yang benar-benar tak terbayangkan akan muncul dari jagoan cilikku…. terharu dan bahagia mendengar jawabannya, membuatku tak dapat berkata2…terharu, karena tak pernah menyangka jawaban jujur dan spontan io adalah “tetep jadi anak ibu” yang kuartikan sebagai tanda bahwa io bahagia jadi anak ibu dan ingin selamanya seperti itu….semoga.

No comments:

Post a Comment